12 Risiko dan Bahaya Diet Ketat (Instan) Bagi Kesehatan Tubuh

Mempunyai berat badan berlebih atau gemuk memang menjadi masalah. Selain sulit untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, mempunyai berat badan gemuk juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit regeneratif seperti jantung, diabetes, dan stroke. Oleh krena itu, ketika seseorang merasa berat badannya tidak proporsional, maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badan, seperti diet.

Diet memang dijadikan sebagai solusi bagi orang-orang yang mempunyai masalah berat badan. Selain mengharap berat badan yang ideal, diet juga dapat bermanfaat untuk tubuh. Namun, tipe oarang yang melakukan diet sangat beragam, ada orang yang melakukan diet dengan sabar dan ada juga orang yang tidak sabar dalam diet. Orang yang sabar melakukan program diet sesuai dengan ketentuan yang ada dan memperhatikan kemampuan tubuh dalam menjalani program diet.

Namun, orang yang tidak sabar dalam melakukan program diet biasanya melakukan diet dengan asal-asalan tanpa memperhatikan kemampuan tubuh. Contohnya yaitu mengurangi porsi makan yang terlalu ekstrim, mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang tidak sesuai dengan ketentuan dan melakukan olahraga yang berat. Mereka berpikir bahwa dengan diet ketat tersebut dapat menurunkan berat badan dengan instan dan cepat.

Risiko dan Bahaya Diet Ketat

Diet yang terlalu ketat dan membuat tubuh kaget dengan kebiasaan baru ini menimbulkan berbagai risiko yang membahayakan kesehatan tubuh. Setidaknya ada 12 risiko atau bahaya diet ketat bagi kesehatan tubuh, misalnya daya tahan tubuh menurun, membahayakan organ hati, stress, anemia, dan sebagainya. Untuk penjelasan lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini.

1. Daya tahan tubuh menurun
Konsep diet pada dasarnya yaitu mengurangi porsi makan atau mengganti menu makanan sehari-hari dalam jangka waktu tertentu. Perubahan ini memicu kurangnya asupan nutrisi dan gizi untuk tubuh. Belum lagi juka kita salah dalam memilih makanan pengganti. Hal ini akan mmbuat daya tahan tubuh berkurang dan gampang terkena penyakit.

2. Kehilangan Asupan yang Dibutuhkan Tubuh
Porsi makan yang menurun secara drastis ketika diet akan membuat tubuh kehilangan asupan nutrisi, karbohidrat, kalsium, vitamin, gizi, dan mineral. Hal ini akan membuat tubuh tidak dapat bekerja secara maksimal. Selain dapat menyebabkan malfungsi tubuh, kondisi ini akan membuat ada rentan terhadap berbagai penyakit.

3. Mudah lelah
Orang yang melakukan diet biasanya dilakukan dengan cara menahan nafsu makan, mengurangi porsi makan yang ekstrem, bahkan ada yang tidak makan sama sekali. Dengan demikian, tubuh tidak akan mendapatkan kalori yang cukup untuk melakukan berbagai aktivitas. Akibatnya, tubuh akan lemas, pusing, sampai jatuh pingsan.

4. Menyebabkan Kelelahan dan Melemahkan Tulang
Untuk dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, tubuh akan membakar lemak untuk diubah menjadi kalori. Sedangkan lemak didapat dari makanan. Lantas apa yang terjadi jika kita mengurangi porsi makan dalam jumlah ekstrem? Hal ini akan membuat sistem metabolisme tubuh pembakaran lemak) akan terganggu.  Karena kebutuhan kalori tidak terpenuhi, maka lemak dalam tubuh akan disimpan sebagai cadangan energi, sementara otot dan jaringan-jaringannya yang akan mengalami pembakaran. Hal ini sangat berbahaya karena ketika otot kehilangan jaringan, maka tubuh akan mengalami kelelahan dan tulang menjadi lebih lemah.

5. Membahayakan organ hati
Seseorang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis akan berpengaruh terhadap organ hati. Tidak stabilnya berat badan dapat meningkatkan kandungan lemak pada hati yang memicu meningkatnya risiko terhadap berbagai penyakit degeneratif yang berhubungan dengan organ hati.

6. Risiko anemia
Risiko dan Bahaya Diet Ketat (Instan) Bagi Kesehatan Tubuh
Anemia karena Mentruasi
Menstruasi merupakan siklus bulanan yang tidak dapat dihindari. Ketika anda sedang dalam masa menstruasi, maka tubuh membutuhkan zat besi lebih banyak. Lantas, bagaimana jika anda diet bersamaan dengan siklus menstruasi? Jika program diet yang anda lakukan terlalu ketat, padahal tubuh membutuhkan zat besi yang tinggi, maka sebaiknya anda hati-hati. Hal ini memicu terjadinya anemia.

7. Penuaan Dini
Asupan tubuh yang berkurang memberikan dampak tidak baik terhadap kesehatan  kulit. Salah satunya yaitu penuaan dini.

8. Meningkatkan kadar stress
Dengan anda menahan lapar dan menghindari makanan tertentu secara ketat, maka akan meningkatkan kadar hormon cortisol yang memicu stres. Mendapatkan badan kurus dengan instan sama sekali  tidak menyehatkan baik secara secara fisik maupun emosional. Jadi, pikirkanlah terlebih dahulu jika anda ingin diet, apalagi diet yang ketat dan berlebihan dengan iming-iming mendapatkan berat badan ideal dalam waktu singkat.

9. Kualitas tidur menurun
Kekurangan kalori ketika anda melakukan diet ekstrim membuat metabolisme tubuh menurun, sehingga energi juga ikut berkurang. Dengan demikian tubuh mudah lelah dan menurunkan kualitas tidur dan kesehatan harian.

10. Memicu batu empedu
Kantung empedu yaitu organ tubuh yang ada di bawah hati. Kantung empedu bertugas untuk membantu penyimpanan lemak sampai tubuh membutuhkannya untuk beraktivitas. Berat badan yang menurun dalam waktu yang singkat karena program diet ketat memicu munculnya risiko batu empedu. Batu empedu adalah pengerasan kolesterol dapat membahayakan kesehatan tubuh karena dapat mengakibatkan infeksi pada aliran normal kantung empedu ke usus kecil.

11. Hilangnya massa otot
Diet ketat yang menghilangkan asupan protein dalam tubuh dapat mengakibatkan hilangnya massa otot. Ketika Anda kekurangan  protein, maka tubuh dapat memakan jaringan ototnya sendiri.

12. Memicu weight-phobia
Weight-phobia adalah gejala penderita yang takut berat badannya bertambah. Ada dua hal yang dilakukan penderita phobia ini, yaitu bulimia dan anoreksia. Anoreksia dapat diartikan sebagai kehilangan selera makan atau menahan nafsu makan secara tidak wajar karena terbiasa dengan diet ketat. Adapun bulimia yaitu gejala atau penyakit yang ditandai dengan makan berlebihan, lalu memuntahkannya kembali untuk menjaga agar berat badan tidak naik.

0 Response to "12 Risiko dan Bahaya Diet Ketat (Instan) Bagi Kesehatan Tubuh "

Post a Comment

Silahkan berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan (Tutup KI!k 2x)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel